Beranda / Daerah / Kawah Chandradimuka Kadet UNHAN Cohort-7: Lahirnya Inteligensia Militer Penjaga Kedaulatan

Kawah Chandradimuka Kadet UNHAN Cohort-7: Lahirnya Inteligensia Militer Penjaga Kedaulatan

MAGELANG — Lembah Tidar kembali menjadi saksi bisu lahirnya para pengawal masa depan kedaulatan bangsa. Sekitar 700 putra-putri terbaik bangsa resmi memulai perjalanan gemilang mereka sebagai Calon Kadet Mahasiswa Program Sarjana (S-1) Universitas Pertahanan (Unhan) RI Cohort-7 Tahun Akademik 2026/2027.

Tonggak sejarah ini ditandai dengan dibukanya secara resmi Upacara Pembukaan Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) Chandradimuka pada hari Senin, 29 Juni 2026, di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Upacara sakral yang menandai transformasi fisik dan mental ini dipimpin langsung oleh Rektor Unhan RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A.

Dalam amanatnya, Rektor menekankan pentingnya penguasaan sains dan teknologi sebagai senjata utama prajurit intelektual modern yang berkarakter Tanggap, Tanggon, dan Trengginas. Seluruh Calon Kadet wajib menjalani Diksarmil selama dua bulan penuh, yang mengombinasikan materi kedisiplinan di ksatrian Akmil dengan latihan taktis lapangan di Daerah Latihan (Rahlat) Plempungan – Salaman, Magelang.

Menempa Intelek Militer: Kuota Rumpun Fakultas Baru Guna menyaring talenta strategis dengan standar IQ minimal 120, kuota 700 mahasiswa baru program Sarjana tersebut didistribusikan secara ketat ke dalam enam fakultas utama yang telah diperkuat jajaran prodi baru:

  • Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK): (S-1 Kedokteran & S-1 Kedokteran Gigi).
  • Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP):(S-1 Informatika, Elektro, Mesin, Sipil, Rekayasa Sumber Daya Air, & Teknik Nuklir).
  • Fakultas Farmasi Militer (FFM): (S-1 Farmasi).
  • Fakultas MIPA Militer (FMIPAM): (S-1 Matematika, Fisika, Kimia, & Biologi).
  • Fakultas Strategi Pertahanan (FSP): (S-1 Sejarah Militer).
  • Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) (S-1 Ilmu Keolahragaan baru).

Ekosistem Akademik Hambalang dan Orientasi Karier Perwira Usai merampungkan Diksarmil pada akhir Agustus, para kadet akan digeser ke Kampus Ksatriaan Unhan RI di Hambalang, Bogor untuk memulai perkuliahan pada 1 September 2026. Di asrama kedinasan penuh beasiswa 100% ini, prodi non-kedokteran akan menempuh studi selama 4 tahun, sementara rumpun kedokteran & kedokteran gigi berjalan selama 5,5 tahun (termasuk profesi/Co-Asst) melalui pengampuan kurikulum bersama Universitas Indonesia (UI).

Puncak dari pendidikan komprehensif ini adalah proyeksi karier pasti, di mana seluruh lulusan akan dilantik sebagai Perwira TNI berpangkat Letnan Dua (Letda), setelah melalui proses atau tahapan sesuai ketentuan dengan penempatan korps yang linier sesuai spesialisasi keahlian sains, medis, siber, teknik, strategi, maupun jasmani militer.

Arahan Strategis Komando Lembaga Pendidikan: Sejalan dengan orientasi tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhan RI, Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han), menekankan pentingnya sinergi intelek dan fisik prajurit. Perwira Tinggi bergelar Doktor ini dikenal sangat humble, dan Penggemar Berat olahraga dan sangat dekat dengan para kadet yang sering berinteraksi langsung dalam keseharian bertugas.

Dukungan Penuh Komunitas Wali Kadet (Walet) Cohort 7: Kekhidmatan tradisi ini turut membawa optimisme tinggi bagi para orang tua.

“Melihat anak-anak kami berdiri tegap mengikuti gemblengan Negara adalah kebanggaan mutlak. Kami melepas mereka dengan kepercayaan penuh di tangan yang tepat,” ungkap Adv. H. Alfan salah seorang Wali Kadet Cohort 7. Beliau merupakan sosok profesional kawakan yang dikenal luas di dunia penegakan hukum atas dedikasinya membela masyarakat marginal, serta pernah diundang resmi ke Istana Negara pada Juli 2013 dalam peluncuran program Posbakum nasional.

Memiliki karakter tegas sebagai penyandang sabuk hitam beladiri yang pertama mengenalkan dan melatih langsung ketiga putrinya sejak dini, hingga berkembang ditangan pelatih profesional menjadi atlet berprestasi Nasional, beliau menyampaikan pesan berkelas mewakili wali kadet di Cohort 7 se-Indonesia:

“Kadet-kadet ini datang dari berbagai daerah, suku, agama, dan strata sosial yang berbeda. Namun di Unhan, mereka melebur dalam Jiwa Korsa Keprajuritan untuk bahu-membahu menjaga kedaulatan NKRI. Di era modern, Bela Negara nyata diwujudkan melalui penguasaan sains tinggi dan integritas moral. Melalui gemblengan yang profesional dan proporsional ini, kami sangat meyakini para kadet pastinya sudah siap bertransformasi menjadi Pilar, Intelektual, dan Benteng NKRI di masa depan,” Pungkasnya dengan ramah namun mencerminkan ketegasan dan wibawa seorang praktisi kawakan di belantara dunia Penegakan Hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *