
Kayuagung – Pelantikan relawan H. Iskandar, S.E., yang digelar di Gedung Kesenian Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menjadi perhatian publik. Kegiatan yang dihadiri ratusan simpatisan tersebut dinilai bukan sekadar agenda silaturahmi politik, tetapi juga dibaca oleh sebagian kalangan sebagai langkah awal konsolidasi kekuatan politik menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) OKI tahun 2029.
Nama Alki Iskandar yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan pun mulai ramai diperbincangkan. Putra mantan Bupati OKI dua periode, H. Iskandar, S.E., itu digadang-gadang menjadi salah satu figur potensial yang akan maju dalam kontestasi Pilkada OKI mendatang.
Pelantikan relawan dalam skala besar tersebut memunculkan berbagai spekulasi politik di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang menilai kegiatan itu merupakan “karpet merah” politik yang tengah dipersiapkan H. Iskandar untuk sang putra dalam menapaki jalan menuju kursi Bupati OKI pada tahun 2029.
Dalam dinamika politik, konsolidasi relawan merupakan hal yang lazim dilakukan untuk memperkuat basis dukungan dan menjaga komunikasi politik dengan masyarakat. Terlebih, H. Iskandar dikenal sebagai tokoh politik senior yang memiliki pengaruh cukup besar di Kabupaten OKI dan Sumatera Selatan, sehingga setiap langkah politik yang dilakukan kerap menjadi perhatian publik.
Pelantikan relawan yang dilakukan jauh sebelum tahapan resmi Pilkada dimulai pun memunculkan beragam tafsir politik. Sebagian pihak memandang kegiatan tersebut sebagai penguatan basis sosial dan silaturahmi politik, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan politik di Kabupaten OKI.
Tokoh masyarakat Kabupaten OKI, A. Raden, menilai setiap warga negara memiliki hak politik yang sama untuk maju sebagai kepala daerah. Namun, menurutnya, masyarakat juga memiliki hak yang sama untuk mengawasi setiap dinamika politik yang berkembang agar demokrasi tetap berjalan secara sehat.
“Masyarakat tentu tidak boleh alergi terhadap regenerasi kepemimpinan politik. Akan tetapi, demokrasi yang sehat harus memberikan ruang yang sama kepada seluruh putra-putri terbaik daerah untuk berkompetisi secara terbuka. Jangan sampai demokrasi hanya dimaknai sebagai pergantian nama, tetapi substansinya adalah mempertahankan kekuasaan dalam lingkaran yang sama,” ujar A. Raden.
Ia menegaskan, jika pelantikan relawan tersebut memang merupakan bagian dari konsolidasi politik menuju Pilkada 2029, maka hal itu merupakan hak politik yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan sepanjang dilaksanakan secara terbuka dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kalau memang ini adalah konsolidasi politik menuju Pilkada 2029, tidak ada yang salah selama dilakukan secara terbuka, jujur, dan sesuai aturan. Justru masyarakat perlu diberikan pendidikan politik yang baik agar mampu menilai kapasitas, integritas, serta gagasan yang ditawarkan setiap calon pemimpin,” tegasnya.
Menurut A. Raden, Kabupaten OKI membutuhkan kompetisi politik yang sehat dan berkualitas, bukan sekadar pertarungan popularitas maupun kekuatan jaringan politik semata. Masyarakat hari ini semakin cerdas dalam menentukan pilihan politik. Rekam jejak, integritas, serta gagasan pembangunan daerah akan menjadi penilaian utama dalam menentukan pemimpin yang layak mendapatkan amanah rakyat.
Pandangan serupa pernah disampaikan filsuf Yunani, Aristoteles, yang menyatakan bahwa tujuan politik adalah mewujudkan kebaikan bersama (the common good). Politik tidak boleh hanya menjadi alat mempertahankan kekuasaan, melainkan harus menjadi sarana menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, filsuf Prancis Montesquieu mengingatkan bahwa kekuasaan harus selalu diimbangi dengan pengawasan publik. Baginya, demokrasi yang sehat lahir dari adanya partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi setiap proses politik yang berlangsung.
Pelantikan relawan H. Iskandar, S.E. di Gedung Kesenian OKI pada akhirnya menjadi peristiwa politik yang menarik untuk dicermati. Apakah kegiatan tersebut murni sebagai penguatan silaturahmi dan konsolidasi relawan, atau merupakan langkah awal membuka jalan politik bagi Alki Iskandar menuju Pilkada OKI 2029, waktu yang akan menjawabnya.
Yang pasti, masyarakat Kabupaten OKI berharap siapa pun yang akan maju sebagai pemimpin daerah nantinya merupakan figur yang lahir dari kompetisi politik yang sehat, terbuka, dan demokratis serta mampu membawa kemajuan bagi Bumi Bende Seguguk. (rls/Tim Redaksi Pewarta)
