Beranda / Daerah / Bupati OKI Tinjau Langsung Lokasi Banjir: Fokus Pemulihan, Pastikan Warga Terpenuhi Kebutuhan Dasar

Bupati OKI Tinjau Langsung Lokasi Banjir: Fokus Pemulihan, Pastikan Warga Terpenuhi Kebutuhan Dasar

OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Muchendi, bersama Ketua TP PKK Ike Muchendi meninjau langsung sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya, Selasa (13/1), untuk memastikan kondisi warga dan mempercepat langkah pemulihan pascabanjir Kehadiran Bupati memberikan semangat dan harapan bagi warga yang terdampak banjir

Terjang Banjir Demi Sapa Warga: Bupati Salurkan Bantuan dari Rumah ke Rumah

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing Akses menuju desa tersebut masih tergenang air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa, tidak menghalangi Bupati Muchendi untuk menyerahkan bantuan sembako dan menyapa warga dari rumah ke rumah yang terdampak banjir, menunjukkan kepedulian dan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat

Sapa Pengungsi di SD Negeri 1 Lubuk Makmur: Dengarkan Keluhan, Pastikan Pelayanan Kesehatan Optimal

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian di SD Negeri 1 Lubuk Makmur, Kecamatan Lempuing Seiring air yang mulai surut, sebagian warga telah kembali ke rumah, sementara sekitar 30 kepala keluarga masih bertahan di pengungsian Kehadiran Bupati, Ketua TP PKK, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah disambut antusias oleh para pengungsi Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan dan kebutuhan, terutama terkait layanan kesehatan dan logistik selama berada di pengungsian, menunjukkan pentingnya dialog dan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah

Banjir Kali Ini Luar Biasa: Pemerintah Hadir Dampingi Masyarakat Hingga Pulih

Dalam dialog bersama warga, Muchendi mengatakan banjir yang terjadi kali ini merupakan bagian dari siklus alam yang jarang terjadi Ia menyebut banjir dengan ketinggian serupa terakhir kali dialami warga sekitar dua dekade lalu “Setiap tahun masyarakat memang terbiasa menghadapi banjir, tetapi yang setinggi ini terakhir sekitar 20 tahun lalu,” kata Muchendi, menunjukkan bahwa banjir kali ini merupakan kejadian yang luar biasa dan membutuhkan penanganan yang serius Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih, berupaya memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat

Layanan Kesehatan Terjamin, Logistik Tercukupi: Tidak Perlu Khawatir Biaya Pengobatan

Muchendi juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, serta ibu hamil dan menyusui Ia meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan maksimal di lokasi pengungsian Selain itu, Muchendi memastikan warga tidak perlu khawatir terkait biaya pengobatan karena telah terjamin melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Terkait kebutuhan logistik, Muchendi memastikan pasokan sembako bagi warga di pengungsian tetap tercukupi Pemerintah Kabupaten OKI, kata dia, akan bertindak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak banjir, memberikan jaminan dan kepastian bagi warga yang terdampak banjir

Bantuan Benih Disiapkan untuk Petani Gagal Panen: Pulihkan Sektor Pertanian

Terhadap sawah terancam gagal panen, Muchendi mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan benih agar petani bisa tanam kembali, menunjukkan komitmen untuk memulihkan sektor pertanian yang terdampak banjir

Pengungsi Bersyukur Dapat Tempat Aman, Berharap Bantuan Perbaikan Fasilitas Umum

Salah seorang pengungsi, Larso (60), mengatakan air mulai naik sejak Kamis pagi Warga berupaya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi sebelum akhirnya dievakuasi ke bangunan sekolah Pengungsi lainnya, Siti Aminah (45), mengaku bersyukur mendapat tempat evakuasi yang aman meski harus berbagi ruang dengan warga lain Sementara itu, Yanto (58), berharap pemerintah membantu perbaikan fasilitas umum setelah banjir surut Menurut dia, banjir kali ini menggenangi rumah ibadah dan lahan pertanian warga, menunjukkan bahwa banjir tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga fasilitas umum yang penting bagi kehidupan masyarakat. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *