Beranda / Daerah / Harga Gas Melambung Tinggi, Warga Mukomuko Pertanyakan Kinerja Pemerintah

Harga Gas Melambung Tinggi, Warga Mukomuko Pertanyakan Kinerja Pemerintah

Mukomuko – Menjelang bulan suci Ramadhan, kelangkaan gas LPG 3 Kg kembali menjadi masalah bagi warga. Kali ini, keluhan datang dari warga Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Sejumlah warga Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Mereka mengatakan bahwa sudah dua hari ini stok gas di warung-warung pengecer kosong.

“Sudah 2 hari ini stok kosong,” ungkap seorang warga pada Selasa, 17 Januari 2026.

Ironisnya, meskipun langka, gas LPG 3 Kg justru tersedia di beberapa warung dengan harga yang lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu mencapai Rp30.000 per tabung.

“Hal ini di pedesaan sudah hal biasa kami alami, ini nggak jadi problem, tapi kelangkaan dan stok kosong jadi masalah, gimana kami mau beraktivitas di dapur apa lagi memasuki bulan suci Ramadhan,” keluh warga.

Akibat kelangkaan ini, beberapa warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Disperindag dapat segera mencari solusi agar stok gas LPG 3 Kg bersubsidi tidak kosong, serta harga gas dapat disesuaikan dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Mukomuko, melalui Disperindag bekerja ekstra mencari solusi sehingga stok gas LPG 3 Kg bersubsidi tersebut tidak kosong stok, selain itu terkait harga disesuaikan dengan harga HET yang ditetapkan Kementerian/Pemerintah,” ujar salah seorang warga.

Perwakilan dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Mukomuko menilai bahwa pemerintah belum mampu menyejahterakan masyarakat Mukomuko. Mereka menyoroti kelangkaan gas dan harga yang lebih tinggi dari HET sebagai contoh kecil permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“PPWI Mukomuko menilai pemerintah belum bisa menyejahterakan masyarakat Mukomuko, contoh kecil saja Terkait kelangkaan gas dan harga di atas harga (HET) dibandingkan dengan daerah jauh lebih tinggi harganya,” ujar perwakilan PPWI Mukomuko.

PPWI Mukomuko menambahkan bahwa meskipun Kabupaten Mukomuko jauh dari kota provinsi yang memungkinkan harga gas bersubsidi di warung-warung mencapai 30 ribu per tabung, namun stok kosong menjelang Ramadhan menjadi masalah utama bagi warga.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi masih dilakukan kepada pihak-pihak terkait, termasuk Disperindag Kabupaten Mukomuko, untuk mendapatkan penjelasan terkait kelangkaan gas LPG 3 Kg ini. (PPWI Mukomuko/Red)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *