Beranda / Daerah / Ratu Bokep” Viral Di Kue Ultah,Rahmatsyah Ka.BKAD Dairi : Itu Singkatan Barisan Orang Keren Punya

Ratu Bokep” Viral Di Kue Ultah,Rahmatsyah Ka.BKAD Dairi : Itu Singkatan Barisan Orang Keren Punya

DairiRadarsumtranews.Com
Sebuah video berdurasi 1 menit 23 detik yang menampilkan perayaan ulang tahun seorang aparatur sipil negara(ASN)di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi menjadi viral dan memicu kontroversi.Video yang menyebar di Facebook dan grup WhatsApp ini menyoroti tulisan di atas kue bertuliskan“Selamat Ulang Tahun Ratu Bokep”.

Melihat tulisan tersebut,masyarakat luas langsung menginterpretasikan istilah”Bokep”sebagai konten pornografi.Namun,pihak terkait dan pimpinan kantor akhirnya memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut.
Menanggapi pro dan kontra yang berkembang,pihak yang bersangkutan (inisial ARKS) menyampaikan hak jawabnya.Ia menegaskan bahwa tulisan di kue tersebut murni merupakan bentuk candaan internal rekan kerja dan sama sekali tidak bermakna negatif.

“Istilah’Bokep’yang digunakan merupakan singkatan dari nama grup internal kami,yaitu’Barisan Orang Keren Punya’.Tulisan tersebut merujuk pada identitas grup dan sama sekali tidak berkaitan dengan konten pornografi,”ujar ARKS dalam klarifikasinya.

Sementara itu,Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah(BKAD) Kabupaten Dairi, Rahmat Syah Munthe,saat dikonfirmasi pada Senin (13/04/2026)di ruang kerjanya, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa perayaan tersebut dilakukan di lingkungan kerjanya.

“Kejutan ulang tahun tersebut diberikan pada pukul 16.20 WIB,di mana waktu tersebut sudah memasuki jam kepulangan kerja,bukan di jam kerja,”tegas Rahmat.

Kepala BKAD juga menambahkan bahwa pihaknya sudah memanggil pegawai yang bersangkutan.Instruksi yang diberikan adalah agar segera menghapus konten yang sudah tersebar untuk mencegah kesalahpahaman lebih lanjut.
“Kami sudah melakukan tindakan pembinaan kepada yang bersangkutan.

Selain itu,kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas BKPSDM Dairi sebagai instansi yang berwenang terkait kepegawaian,untuk dijadikan bahan evaluasi dan pembinaan kedepannya,”tutupnya.
Meski sudah diklarifikasi,peristiwa ini tetap menjadi sorotan publik mengingat istilah yang digunakan sangat sensitif dan mudah disalahartikan,meskipun dimaksudkan sebagai candaan sesama rekan kerja. (Jadima K)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *