Beranda / Daerah / Terancam Lenyap, Perumahan Warga di Lubuk Gedang Terancam Erosi Sungai Manjunto

Terancam Lenyap, Perumahan Warga di Lubuk Gedang Terancam Erosi Sungai Manjunto

MUKOMUKO – Tebing Sungai Manjunto di Desa Lubuk Gedang, Kecamatan Lubuk Pinang, kian terkikis arus air. Akibatnya, sejumlah rumah warga terancam ambruk.

Pantauan di lapangan menunjukkan jarak rumah warga di Lubuk Gedang hanya beberapa meter dari bibir tebing Sungai Manjunto. Kondisi ini dinilai sangat rawan jika terjadi runtuhan susulan.

Kepala Desa Arah Tiga, Mardius, mengatakan kondisi serupa juga terjadi di wilayahnya. Di arah tiga, Kecamatan Lubuk Pinang, tebing sungai telah runtuh dan mengakibatkan pemakaman umum hilang beberapa meter tersapu arus.

“Runtuhnya bibir sungai atau erosi tebing adalah proses alami yang bisa dipercepat oleh arus air deras dan aktivitas manusia di sepanjang aliran sungai. Air yang deras, terutama pada tikungan luar sungai, terus mengikis tanah di dasar dan dinding tebing sehingga menjadi tidak stabil,” ujarnya.

Seorang warga Lubuk Gedang yang rumahnya terancam runtuh berharap pemerintah segera turun tangan.

“Saya berharap ada perhatian dari pihak provinsi. Kalau bisa di APBD 2027 sudah dibangun pelapis tebing atau solusi lain untuk kami. Sebab kalau banjir datang lagi dengan curah hujan hampir tiap hari, reruntuhan pinggir sungai pasti bertambah,” katanya.

Warga meminta perhatian penuh dari DPRD Kabupaten, Pemerintah Kabupaten Mukomuko, dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Mereka khawatir jika tidak segera ditangani, jumlah perumahan warga yang terancam akan semakin bertambah.

Erosi di sepanjang aliran Sungai Manjunto dinilai sudah masuk kategori darurat. Tanpa penanganan berupa pembangunan bronjong, turap, atau pelapis tebing, risiko hilangnya permukiman dan fasilitas umum semakin besar. (PPWI Mukomuko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *