
Kayuagung – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muhammad Refly, melalui Staf Dinas Pendidikan OKI Ahmad Yani, mendorong agar seluruh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten OKI memiliki akun media sosial resmi. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat terkait berbagai kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah.
“Kita mendorong agar semua SMPN di Kabupaten OKI memiliki akun media sosial. Hal itu guna memberikan informasi yang dilakukan di seputaran lingkungan sekolah,” jelas Ahmad Yani dalam menyampaikan pesan dari Kepala Dinas Pendidikan kepada media.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan harapan agar seluruh SMPN yang berada di Kecamatan Kayuagung dapat lebih mandiri dalam mengelola informasi dan proses administrasi sekolah. Salah satu fokus utama adalah dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang diharapkan dapat dilakukan secara online.
“Kami harap SMPN se-Kecamatan Kayuagung bisa mandiri. SPMB bisa dilakukan secara online karena melalui pendaftaran online dan informasi secara online, yang akan memberikan efisiensi dan kecepatan informasi,” tambahnya.
Staf Disdik OKI juga menambahkan bahwa terkait jadwal dan jalur penerimaan untuk informasi SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) nantinya diharapkan seluruh sekolah juga dapat melakukan sosialisasi melalui website masing-masing sekolah. “Dengan adanya media sosial dan website sekolah, informasi mengenai jadwal pendaftaran, jalur penerimaan, serta persyaratan SPMB dapat disampaikan secara komprehensif dan mudah diakses oleh masyarakat,” jelasnya.
Pihak Disdik OKI menekankan bahwa pelaksanaan proses secara online dan penyebaran informasi melalui media sosial akan memberikan banyak manfaat. Selain efisiensi waktu dan biaya, informasi juga akan lebih mudah dijangkau dan diakses oleh seluruh publik, terutama bagi orang tua siswa dan calon peserta didik.
“Dengan adanya akun media sosial dan proses online, informasi akan lebih mudah dijangkau dan diakses bagi publik. Hal ini juga akan meningkatkan transparansi dan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi terkait pendidikan di daerah kita,” pungkasnya.
Dorongan ini diharapkan dapat segera diimplementasikan oleh seluruh SMPN di Kabupaten OKI, sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi dan kemandirian sekolah dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi saat ini. (Tim/Red)
