
Lampung Selatan – Terkait berita miring pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas yang bersumber dari program Revitalisasi Kementerian Pendidikan tahun anggaran 2026 yang sedang berjalan akhirnya mendapat tanggapan dari Kepala Sekolah dan Komite SMPN 1 Tanjung Bintang.
Menurut Lisnaini, M.Pd., pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan petunjuk teknis dan RAB. Tidak hanya itu, konsultan teknis, pendamping serta tenaga ahli selalu memberi arahan.
“Jadi menurut saya, kami sebagai penanggung jawab anggaran pembangunan revitalisasi sudah melaksanakan kegiatan sesuai petunjuk teknis dan RAB yang ada. Selain itu Konsultan teknis, pendamping serta tenaga ahli dari ITERA selalu melakukan monitoring untuk mendampingi pekerja agar tidak menyalahi aturan,” jelas Lisnaini melalui telepon kepada media ini, Minggu (05-07-2026).
“Selain itu kami juga melibatkan komite dalam pengawasan sebagai perwakilan dari wali murid. Jadi teman-teman media mestinya objektif dalam menyampaikan informasi. Kami juga terbuka bila ada masukan positif dari berbagai pihak, agar pembangunan yang sedang kami kerjakan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Sugito selaku Ketua Komite SMPN 1 Tanjung Bintang yang ditemui di kediamannya, Minggu (5 Juli 2026) membenarkan bahwa pihaknya dilibatkan langsung dalam melakukan pengawasan. Bahkan menurutnya, pekerja yang mengerjakan pekerjaan revitalisasi adalah warga sekitar yang sebagian besar merupakan wali murid SMPN 1 Tanjung Bintang.
“Alhamdulillah, kami sebagai komite dilibatkan langsung oleh ibu kepala sekolah dalam melakukan pengawasan. Tentunya ini sangat positif, sehingga kecil kemungkinan terjadi kesalahan bila turut diawasi komite. Karena anak-anak dan cucu kami sekolah di situ. Masa kita akan membiarkan bila terjadi kesalahan. Selain itu para tukang dan pekerjanya mayoritas warga di sekitar sekolah yang sebagian besar juga merupakan para wali murid,” ucap Sugito.
Diketahui bahwa SMPN 1 Tanjung Bintang mendapatkan bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan tahun anggaran 2026 dengan anggaran Rp1,2 miliar yang digunakan untuk rehabilitasi tiga bangunan kelas dan pembangunan satu unit laboratorium. (Tim)
