
Kayuagung – Biaya tarif perjalanan menggunakan speedboat atau yang lebih dikenal dengan sebutan “stempel” di Kayuagung menjadi keluhan masyarakat karena dianggap terlalu mahal. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa tarif untuk satu perjalanan (se’utas) kini mencapai Rp250.000, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp150.000.
Speedboat menjadi salah satu sarana transportasi air sekaligus hiburan bagi sebagian warga untuk merayakan suasana Lebaran.
Publik mengungkapkan harapan agar pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pengelola layanan transportasi air, segera menerbitkan kebijakan atau peraturan yang jelas terkait besaran tarif yang telah menjadi keluhan banyak orang.
Selain itu, masyarakat juga mengimbau agar tidak menjadikan musim Lebaran sebagai alasan untuk mematok tarif dengan angka yang terlalu besar.
“Kita memahami bahwa ada biaya operasional yang ditanggung, tapi jangan sampai menjadikan momen libur Lebaran sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan dengan mematok tarif yang mahal,” tambah seorang warga.
Banyak pihak yang menilai bahwa tarif yang terlalu tinggi tidak hanya memberatkan masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat akses terhadap sarana hiburan di daerah. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap tarif yang berlaku, serta mencari solusi agar layanan transportasi air dapat diakses oleh masyarakat dengan harga yang terjangkau dan sesuai standar.
Publik mengharapkan pemerintah dapat segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Tarif yang jelas dan terjangkau akan sangat membantu masyarakat dalam menikmati suasana Lebaran setiap tahunnya. (Tim/Red)
